Oleh-Oleh Expo Komunitas

Minggu, 21 Mei 2017 kemarin, Klub Buku Yogyakarta ikut Expo Komunitas bersama sekitar 20-an komunitas lain yang diadakan oleh Forum Jogja Peduli di Balai Kota Yogyakarta. Salah satu rangkaian acaranya adalah pelatihan jurnalistik. Nah, berikut materi yang didapat dari Kak Risan, salah satu anggota KBY yang mewakili ikut pelatihan tersebut. Cekidoooott~

 

 

Pelatihan jurnalistik, 21 Mei 2017 di Balai Kota Yogyakarta
SIARAN PERS UNTUK KOMUNITAS: MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN MEDIA
oleh Agus Purwandono

Jurnalis Kedaulatan Raktyat
Ghost writer dan biograf
Founder KR Academy Warungkata.co

Sifat tulisan dalam pers dibedakan menjadi:

1. Pribadi tertutup
Tulisan jenis ini sepertinya sudah jarang dilakukan orang. Tulisan sangat pribadi dan dirahasiakan.
2. Publik terbatas
Tulisan untuk disebarluaskan pada publik terbatas/internal.
3. Pribadi terbuka
Internet dan media sosial membuat tulisan jenis ini menjadi marak.
4. Publik terbuka
Tulisan untuk disebarluaskan pada publik yang luas, baik internal maupun eksternal

Untuk menyebarkan informasi mengenai suatu peristiwa maka dibutuhkan press release atau siaran pers

Apa itu press release?
“PR adalah tentang reputasi – hasil dari apa yang Anda lakukan, apa yang Anda katakan dan apa yang orang lain katakan tentang Anda. ” -Chartered Institute of Public Relations
Umumnya, press release adalah komunikasi tertulis berisi informasi resmi, tentang sebuah peristiwa, pernyataan, kondisi tertentu, atau kejadian lain yang umumnya terkait dengan individu, perusahaan bisnis atau organisasi. Tujuan utama dari semua siaran pers adalah untuk mempromosikan sesuatu yang spesifik, seperti sebuah peristiwa, prestasi, perubahan, atau kejadian yang signifikan

Contoh hal-hal yang memerlukan press release

• Memberikan penjelasan atas sebuah krisis yang melibatkan perusahaan/lembaga/individu
• Memberikan informasi terhadap konsumen (terkait produk)
• Peluncuran produk baru. Informasi tentang acara yang akan, sudah atau sedang diselenggarakan
• Mengenalkan pemimpin baru

Sebelum membuat press release tentukan dulu

Topik : Apa yang akan dibahas?
Tujuan : Untuk apa diterbitkan
Jenis/bentuk: Jenis/bentuk mana yang dipilih?
Pembaca sasaran: Siapa pembaca yang dituju?

 

Tips membuat press release

• Pastikan seorang jurnalis tidak perlu membaca lebih jauh untuk mengetahui esensi ceritanya.
• Untuk pengumpulan bahan dapat melalui proses wawancara, observasi, dan riset/dokumentasi
• Jangan berasumsi jurnalis adalah pakar . Buat press release ringkas namun “berisi” dan akhiri dengan jelas
• Sertakan rincian kontak Anda untuk wartawan untuk mengetahui lebih lanjut – letakkan ini di bawah pernyataan ENDS. Perhatikan apa yang ada dalam siaran pers Anda, pastikan itu akurat. Terkadang Anda mungkin perlu mengirimkan siaran pers yang diembargo sampai tanggal dan waktu tertentu. Artinya media tidak bisa melapor sampai tanggal dan waktu.
• Sertakan beberapa pilihan foto serta caption atau keterangan foto
• Bagian atas naskah berisi “Untuk Disiarkan Segera” atau “Untuk Disiarkan Tanggal …” Headline. Judul siaran pers, layaknya judul berita yang harus menggambarkan isi siaran pers. Dateline. Baris Tanggal. Berisi nama kota dan tanggal. Body. Konten atau isi siaran pers, terdiri dari Lead (Teras) dan Tubuh Berita (Body). Info Lembaga. Di bagian akhir naskah, cantumkan informasi tentang lembaga atau instansi yang mengirimkan rilis. Informasi Kontak. Setelah itu, di bawahnya dicantumkan nama dan alamat lembaga, no. telepon, fax, email, website, termasuk CP (Contact Person/narahubung) yang bisa dihubungi.
Contoh press release

Program KBY 2017

Apa kabar, Mblo? Masih menjomblo atau sedang merancang rencana balikan sama mantan (tapi gagal)? Kami cuma tanya, kok, nggak usaha dijawab serius sampai air mata menetes gitu…

Tahun 2017 sudah berjalan sebulan, Januari sudah habis, kami rasa sudah waktunya buat mengumumkan program baru KBY untuk setahun ke depan. Ini dia~

Program Online

#SeninMovie: Suka nonton film? Kepingin mengulas dan gosipin film yang habis ditonton? Di sini lapaknya. Tiap Senin di akhir bulan kita bakal ngobrolin film-film yang berkesan (entah kesan buruk atau kesan menyenangkan). Mau bahas film dari ‘buku yang difilmkan’? Boleh. Mau bahas film dari ‘film yang dibukukan’? Monggo. Mau bahas film dengan dikaitkan ke buku tertentu? Ndak dilarang. Satu anggota grup WhatsApp KBY yang ditunjuk dipersilakan bercerita dengan gaya bagaimana saja.

#SelaSastra: Konsep #SelaSastra adalah gosip berfaedah seputar hal-hal yang lagi hangat di dunia sastra. Tema dipilih oleh PIC #SelaSastra. Kalau PIC lagi iseng kepingin undang tamu dari luar grup atau tunjuk anggota untuk mengisi, bisa saja diwujudkan. Digelar setiap Selasa ketiga, sekali dalam sebulan. Anggota grup WhatsApp KBY diharapkan aktif mengikuti gosip; dari melemparkan komentar receh sampai mengkritik pakai teori tertentu, sumonggo. Ini sebagai latihan anggota KBY untuk mengungkapkan pendapat, uneg-uneg, pikiran, suara. Lha, kalau mengungkapkan pendapat saja sulit, gimana kamu mau mengungkapkan perasaan ke gebetan, Mblo?

#RaBuku: Digelar setiap Rabu pertama, sekali dalam sebulan. Seperti sebelum-sebelumnya, salah satu anggota grup WhatsApp KBY akan ditunjuk oleh PIC #RaBuku, diminta mengulas satu buku yang sudah dibaca. Setelahnya, anggota lain diperbolehkan bertanya atau menanggapi. Ini bisa jadi salah satu cara buat kamu tahu buku-buku yang mungkin belum kamu baca. Kalau sudah tahu ya Alhamdulillah, berarti nggak perlu kode, jadi langkah selanjutnya lebih mudah… *ini apa*

#KamisLebihDekat: Suka mbribik? Ini momen yang tepat buat mbribik. Kurang baik apa KBY sama kamu, Mblo? #KamisLebihDekat digelar setiap Kamis kedua, satu kali dalam sebulan. Salah satu anggota grup WhatsApp dipilih oleh PIC, diminta mengisi form untuk kemudian ditanya-tanya oleh anggota lain. Pertama-tama, PIC akan memperkenalkanmu sesuai form yang sudah kamu isi. Setelah itu wawancara singkat oleh PIC, baru kemudian jomblo-jomblo haus tatih-tayang di grup WhatsApp KBY boleh bertanya. Pertanyaannya bebas, asal sopan dan diharap nggak memicu konflik.

#JumatBarokah: Kalau di #SelaSastra temanya terbatas di seputar sastra, maka di #JumatBarokah temanya lebih luas. Mau membahas politik? Filsafat? Sejarah? Fisika? Metafisika? Kedokteran? Biologi? Psikologi? Neurosains? Dari bidang apa saja, oke. PIC akan menunjuk satu orang anggota untuk pancingan tema, alias kasih sedikit materi sebelum gosip berlanjut berjamaah. Anggota yang ditunjuk PIC bebas memilih tema apa saja. #JumatBarokah digelar setiap Jumat ketiga, sekali dalam sebulan.

#SabtuKenangan: Sepandai-pandainya pembaca kabur dari realita, pasti akan tersandung kenangan jua. Pepatah sahih. Sebagai komunitas baik hati dan peka, maka kami bikin program ini buat kamu, Mblo. Digelar setiap Sabtu pertama, sekali dalam sebulan. PIC akan melemparkan tema-tema berbau nostalgia dan anggota-anggota grup WhatsApp KBY diminta buat cerita soal tema tersebut yang berkaitan sama diri sendiri. Misal PIC melempar tema bekal makan siang, kamu bisa cerita bagaimana dulu menikmati bekal makan siang berdua gebetan di belakang gedung kantor atau di dalam kelas. Kalau mau sambil nangis boleh kok, Mblo. Nanti suara isak tangisnya kirim via voice note, yhaa~

#MingguSeru: Hari Minggu gabut? Tenang, di setiap Minggu kedua KBY akan menyediakan lapak untuk hore-horean. Siapa pun anggota grup WhatsApp KBY boleh melempar teka-teki, tebak-tebakan, kuis berhadiah, kuis nggak berhadiah, apa pun. Seharian itu kita bakal seru-seruan, Mblo~

Masih merasa program-program di atas kurang ntaps sebab kebanyakan cuma di grup WhatsApp? Baiklah kalau itu maumu, Mblo. Kami akan muncul ke hadapanmu!

Program Offline

#BBK: Apa itu #BBK? #BBK alias Bengong Bareng KBY adalah tradisi mulia yang diturunkan dari sesepuh pendiri KBY. Kita kumpul, srawung, ngopi, nyamik, sebulan sekali. Kita akan bahas buku secara offline. Akan diundi lima orang dari anggota grup WhatsApp KBY sebagai pembahas buku. Anggota yang dapat undian menyerahkan judul buku untuk dibahas, kemudian kita mengumpulkan suara untuk memilih satu judul. Satu (dari lima judul buku yang diajukan) yang mendapat suara terbanyak akan dibahas di bulan selanjutnya. Siapa yang bahas? Yang mengajukan judul. Bagaimana pembahasannya? Bebas, Mblo. Boleh dimulai dari ringkasan isi cerita, atau mau pakai pisau bedah tertentu, semua sah. Setelah pembahas selesai membahas, semua anggota yang datang boleh menanggapi, bertanya, atau menggenapi. Ciee, kamu akhirnya digenapi…

#GoesToPublisher: Setiap dua bulan sekali kita bakal berpiknik ke salah satu penerbit di Jogja, Mblo. Apa manfaatnya? Sebagai pembaca kamu bisa dapat sedikit gambaran bagaimana buku-buku yang dibaca itu bisa sampai ke tanganmu. Bagi yang merangkap penulis, ini saat tepat buat kamu mbribik—ya sesekali mbribik yang lain selain buat nyari pasangan.

#KBYStreetLibrary: Program baru dari KBY ini dibikin untuk menyebarkan kecintaan membaca, sekaligus membuktikan kalau Indonesia bukan kekurangan minat baca, cuma dompetnya masih seret saja buat beli buku. Iya, sudah dibilang kami tuh baik dan peka. Tempatnya bergerak dari titik satu ke titik lainnya, dan akan diberitahukan beberapa hari sebelum perpustakaan digelar. Koleksinya? Dari anggota KBY, dong. Sayangnya koleksi-koleksi ini belum bisa dibawa pulang. Kamu mesti baca di tempat, Mblo. Perpustakaan keliling ini rencana dibuka Maret nanti dan akan berlangsung tiga bulan sekali. Are you ready, Kids? I can’t hear yooouuu~ *you sing you lose*

#BerpiknikBersamaKBY: Singkatannya juga BBK, tapi jangan sampai tertukar sama Bengong Bareng KBY ya, Mblo. Sekali lagi, sebagai komunitas yang baik dan peka, kami paham banget selain baca buku kamu juga butuh jalan-jalan keluar; buat baca buku. Enggak, bercanda. Keluar buat main maksudnya. Program ini akan dimulai pada bulan April, empat bulan sekali. Kita lepas stres dengan main ke tempat-tempat yang—punya usulan? Luar kota, dalam kota, luar planet, ayo kita mangkat! Nah, tunggu apa lagi? Lekas angkat jangkar dan kembangkan layar~

#KBYBerbagi: Biar tampak sedikit berfaedah, kami mesti memberikan sesuatu pada sekitar. Dilaksanakan bersamaan dengan #BerpiknikBarengKBY, kegiatan ini (#KBYBerbagi) bisa dilakukan dengan beragam barang sumbangan, suka-suka penanggung jawab program ingin ‘memalak’ apa dari anggota KBY untuk diberikan ke luar KBY. Barang dikumpulkan saat piknik, dan penyerahan barang ke target dilakukan sesuai jadwal yang dicanangkan (dan bukan nggak mungkin jadwal berubah karena satu-dua hal). Barang apa yang disumbangkan? Buku, bisa jadi; baju, mungkin saja; mainan, bukan mustahil; yang pasti kita nggak berbagi kekasih. Lha piye, kekasih we ra nduwe, Mblo~

Masih kurang seru juga? Pantas kamu jomblo menahun, kamu banyak maunya. Siapa sih yang kuat diginiin, Mblo?

Tapi kalau menurutmu ini kesempatan buat mengentaskan kejombloan yang melekat selengket lem aibon, segera gabung sama kami~ Daftar via WA ke nomor 0857 – 2930 – 3056 atau 0815 – 7806 – 3717

Kami tunggu kehadiranmu, Mblo~

Reading can be fun! #BukanProdukLapakSebelah

4th Klub Buku Yogyakarta

0a75543b705f24fab2e733b9ddf79738

Empat tahun yang lalu, Klub Buku Yogyakarta resmi ‘dibentuk’. Bermula dari sebuah akun twitter bernama @klubbuku_Yogya yang kemudian merambah hingga group WhatApp, group FB, wordpress, tumblr hingga kini sudah memiliki akun instagram.

Empat tahun yang lalu, Klub Buku Yogya hanya memiliki beberapa orang follower saja dan kini sudah mencapai 1300an lebih, sebuah pencapaian yang tidak diduga.

Empat tahun berlalu, sudah banyak suka cita yang dilalui KBY bersama dengan sahabat Klub Buku Yogya lainnya.

Empat tahun berlalu, semoga kedepannya KBY bisa lebih baik lagi dan menjadi salah satu komunitas buku yang bisa membanggakan Yogyakarta serta Indonesia.

#BBK April 2016

April

Hai teman-teman KBY dimanapun berada. Apa kabar? Semoga kita semua berada dalam lindungan-Nya ya.

Oya, pada kesempatan kali ini, kami akan mengumumkan mengenai #BBK bulan April 2016.

Bulan April selalu identik dengan Hari Kartini. Ada yang tau setiap tanggal berapa kita memperingati Hari Kartini?

Nah karena itu, sepertinya akan lebih afdol kalau kita berbincang-bincang, mengupas lebih dalam lagi mengenai RA Kartini dan semangat perjuangannya pada #BBK Bulan April 2016.

Untuk #BBK April 2016 sendiri akan diadakan pada hari Minggu, tanggal 24 April 2016 di Dongeng Kopi, jam 12.30 – 15.00.

Lalu bukunya gimana?

Untuk #BBK kali ini, teman-teman sila membekali diri dengan segala macam bahan bacaan yang terkait dengan ‘Kartini dan Emansipasi’. Tidak terbatas pada satu buku atau bahan bacaan tertentu saja.

Dan seperti biasa, nggak lengkap #BBK tanpa kehadiran #KadoSilang. Jangan lupa, bawa satu buku yang dibungkus dengan kertas koran yang akan kita tukarkan pada hari H.

Untuk informasi lebih lanjut, sila mention @klubbuku_Yogya

Terimakasih.

Migrasi ke wordpress.com

Hai sahabat @KlubBuku_Yogya dimanapun kamu berada?

Apa kabar?

Sehat?

Sudah baca buku apa hari ini?

Sudah beli buku apa saja bulan ini?

Dipenghujung bulan Maret yang terasa sangat panjang ini, sebuah kabar gembira akan KBY sampaikan. Apa itu? Apa itu? Itu apa? Itu apa??

Yaaaaa.. Benar.

KBY sekarang akhirnya migrasi ke wordpress, setelah sebelumnya menjadi pengguna setia Tumblr.

Kedepannya, sama seperti Tumblr, kalian bisa melihat apa saja kegiatan yang sudah dan akan KBY lakukan. Yang ingin menyumbang tulisan boleh banget loh. Caranya? Stay tune di twitter KBY ya.

#JumatBarokah 4 Maret 2016

Berfilsafat dengan IDEALISME

Belajar filsafat itu melihat realitas dari banyak perspektif. Kenapa dengan idealisme? Ya kali ini pengen bahas idealisme saja hahahaha. Idealisme adalah Sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit) dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material. Nama lain dari Idealisme yang digunakan dalam berbagai keilmuan sering disebut dengan serba ruh, jiwa, dan semangat.

Dan berikut penjelasannya.

Idealisme dalam bahasa filsafat lawannya adalah teori materialisme. Idealisme berasal dari bahasa Yunani “idealismos” yang berarti idea yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa, terasa sesuatu dalam diriku (Kuch Kuch Ho Ta He hahaha). Setiap hari menjalani kehidupan realitas kita selalau memakai istilah idealisme. Tetapi, Istilah idealisme yang akan kita bahas malam ini tidak idealisme yang kita pakai sebagai prinsip hidup, bukan idealisme yang berarti hidup berdasarkan mimpi, Idealisme yang ini lawannya realisme; hidup berdasarkan kenyataan. Jadi, idealisme ini sedikit berbeda dengan istilah idealisme di dunia kefilsafatan. Dalam bahasa filsafat, istilah idealisme lebih menekankan kepada IDE daripada menekankan pada IDEAL. Dan lawan idealisme dalam dunia filsafat lawannya adalah materialisme.

Bagi idealisme esensi alam itu ada dalam ide; dimensi batinnya manusia, sedangkan materialisme; hakekat/esensi alam semesta itu ada materinya. Idealisme dalam ranah filsafat disebut mind, soul atau spirit. Materialisme bahwa pikiran itu bersumber dari fisik kemudian direfleksikan, sedangkan Idealisme realitas itu adalah manifestasi dari pikiran yang mengejawantah. Esensi Idealisme duluan pikirannya baru kenyataan. Esensi Materialisme duluan materinya baru dipikirkan. Bahasanya Syekh Plato; ada ide bawaan dalam diri kita sebelum ada bernama materi.

Benda/material dimensi fisiknya itu tidak penting, tapi yang terpenting adalah kalau bahasa aristoteles; formnya. Ini kayunya tidak penting tapi yang esensial adalah bentuknya, kalau Cuma kayunya masih belum esensial, dia jadi berguna, berbentuk meja karena dia punya form meja. Manusia; daging, kulit, tulang, cakep cantik itu tidak esensial, bahwa dia berguna iya tapi yang esensial itu roh, mind, jiwanya. Secantik apapun orang kalau ditinggalkan rohnya, jiwanya, sudah tidak menarik lagi. Idealisme lebih tahan lama daripada material, contohnya ide dalam sebuah karya.

Sebab muncul Idealisme, pertama karena keberatan terhadap perspektif yang cenderung material. Orang menggunakan materi boleh saja, kita tidak menafikannya tapi jangan digunakan sebagai basis paham sentral. Jika materi jadi sentral pasti akan kehilangan esensinya. Kedua, karena ketika orang tidak idealis, kemungkinan besar akan jadi seorang skeptisisme -jatuh dalam kelompok kebingungan (ragu-ragu)- dan kehidupan tidak bisa dijalankan dengan pedoman materialis-skeptis belaka. Skeptis itu orang yang selalu ragu-ragu, tidak bisa menemukan kejelasan, tidak bisa menemukan kebenaran yang pasti. Karena materi itu selalu berubah-rubah, dapat berubah karena bergantinya waktu, berubah karena pengaruh dari luar. Oleh karena itu, kalau kita berpikir dengan dasar materi, kita akan bisa berubah, bingung bahkan ragu-ragu menegaskan sesuatu. Sedangkan ide itu tetap dan tahan lama. Contoh cara berpikir dengan idealisme; islam itu sebenarnya damai, sedangkan jika hanya cara berpikirnya materialisme maka dalam realitasnya tidak akan pernah damai, karena ada deviasi (penyimpangan) dalam memahami Islam. Indonesia juga seperti itu, sebenarnya Indonesia idealnya itu kaya, indah alamnya dan pintar, damai, santun dan ramah penduduknya, tetapi karena banyak “masyarakatnya” yang berpikir dengan cara materialisme, maka keindahan dan kekayaan alamnya tidak terolah dengan maksimal, kemiskinan semakin meningkat, kesopan-santunan, keramahan, kedamaian, dan kecerdasan semakin menurun.

Selanjutnya, dari pengantar di atas saya akan lebih menjelaskan lagi secara lebih detail, kenapa ada teori idealisme, bagaimana cara berpikirnya dan jenis-jenisnya. Sebagai berikut :

  1. ASUMSI-ASUMSI IDEALISME

Pertama, manusia adalah makhluk spiritual (jiwa dan berakal). Dimensi jiwanya itu sangat berpengaruh dalam hidupnya. Pada hakekatnya, manusia selalu punya rasa kecenderungan ke arah spiritual (masuk lebih dalam daripada sekedar fisik), manusia tidak pernah berhenti pada materi/fisik dalam hidupnya, dia selalu lebih masuk menuju kearah batin, kearah makna, kearah nilai. Makna spiritual di sini bermakna dimensi batin yang influensiil untuk menentukan apa yang dilihat. Jangan menyerah hanya karena lemah/kekurangan di materi, memahami materi itu lebih mudah, memelihara fisik itu lebih gampang, oleh karena itu kelebihan manusia bukan di fisik/materinya, tetapi memiliki kekayaan batin yang luar biasa, daya potensi jiwa yang luar biasa, daya berpikir yang luar biasa, itulah kelebihan manusia.

Kedua, Jiwa/Ruh/Ide adalah lebih penting dan Influential daripada materi/fisik.

Ketiga, Tidak ada sesuatu yang berdiri di luar pemikiran. Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang berada di luar jangkauan pemikiran kita. Semua sesuatu itu berada dalam lingkup pemikiran kita. Bahkan keberadaan benda fisik itu tergantung di pikiran, begitu benda itu tidak ada di pikiran, berarti benda itu tidak eksis/tidak ada.

  1. DASAR BERPIKIR IDEALISME

Pertama, Hakekat atau esensi alam semesta itu ada dalam jiwa/ruh/ide. Materi hanya bungkus dan perwujudan (perluasan)-nya saja.

Kedua, Dunia ide sifatnya lebih pasti dibandingkan dunia materi. Materi itu berubah, tidak stabil, tidak pasti; sedangkan ide lebih bersifat tahan lama dan “abadi“.

Maksudnya, badan/fisik bisa mati, bisa hancur tapi tidak dengan isinya, yang mati itu tidak ruh tapi jasadnya, cantik atau cakep itu tidak kekal, tapi jiwa/ruhnya itu yang kekal dan pasti. Ketika kita mencintai perempuan atau pria karena materi/fisiknya belaka, maka kita tidak akan mencintainya lagi jika fisiknya sudah berubah.

Ketiga, Fitrahnya manusia itu secara umum mendambakan kebenaran yang hakiki, sempurna dan abadi, dan hal ini tidak dapat ditemukan dalam dunia materi yang tidak sempurna dan selalu berubah. Secara nilai yang sementara itu nilainya lebih rendah dari pada yang hakiki, tahan lama. Ide, pikiran yang sifatnya baik derajatnya lebih tinggi dan cenderung disukai manusia. Baik dan Jahat, ketika “orang baik” berbuat jahat hanya untuk sementara karena beberapa sebab, nilai kejahatannya juga akan berkurang, begitu sebaliknya ketika “orang jahat” berbuat baik tapi hanya untuk sementara, nilai kebaikannya juga tidak mempengaruhi kejahatannya, karena sifatnya hanya sementara.

Keempat, Empiris atau pengalaman itu sepenuhnya merupakan aktifitas mental/aktifitas batin. Pergaulan kita dengan sesuatu atau seseorang dalam realitas hidup, meskipun kita tidak berkomunikasi dengan mereka; sekedar melihat saja itu sepenuhnya merupakan pergulatan batin, pengalaman batin.

  1. LOGIKA BERPIKIR IDEALISME :

Logika yang menjadi dasar metafisik dan dasar epistemologi kaum idealis adalah bahwa ada hubungan “yang keseluruhan” dengan “yang bagian”. Kebenaran hadir di dalam dan bersama Makrokosmos atau “yang mutlak” dalam sebuah tatanan atau pola yang logis, sistematik dan terhubung.

Model atau pola berpikir Idealisme itu adalah deduktif, maksudnya adalah sebagian itu mewakili keseluruhan. Berpikir sebagian sudah dapat menyimpulkan keseluruhannya. Sedangkan pola berpikir materialisme bersifat induktif; meneliti semuanya kemudian menyimpulkannya. Dunia ini sangat luas dan kompleks, jadi tidak mungkin kita dapat meneliti satu persatu secara keseluruhan, baru kita menemukan kesimpulan.

Bukti paling nyata dari idealisme adalah fenomena nilai (makna) dalam fungsional operatif kehidupan manusia. Hidupnya manusia mulai lahir sampai sekarang ini sebenarnya isinya dari makna ke makna, tafsir ke tafsir, nilai ke nilai. Materi sama (satu) tapi tafsiran bisa berbeda-beda. Misalkan sebuah buku, kita memberikan tafsiran atau mengambil nilai dari buku tersebut akan selalu berbeda-beda.

Ada perbedaan antara logika idealisme Barat dan idealisme Timur (sudah sedikit dijelaskan di atas). Logika idealisme Barat sudah saya jelaskan di atas yaitu bersifat fisikal. Obyek-obyek fisik itu riil\nyata sejauh ia bisa dipahami, kalau tidak bisa dipahami berarti tidak nyata. Apa yang membuat bisa dipahami? Formnya. Contoh meja yg terbuat dr kayu, ini kayu barangnya, kita tidak bisa memahami dari kayunya tapi kita memahami dari form/bentuk yaitu meja. Apa yang membuat obyek-obyek itu bisa dipahami, tidak dari materinya tapi dari aspek “form”-nya atau “idea”-nya.

Sedangkan logika Idealisme Timur lebih bersifat pikiran. Apa yang kita pahami adalah sensasi-sensasi yang terjadi dalam pikiran (sebagaimana dalam mimpi), tidak ada obyek yang nyata di luar pikiran. Pikiran bilang nyata maka akan jadi kenyataan. Ada tidaknya sesuatu itu tidak tergantung objeknya tetapi tergantung orang.

  1. JENIS-JENIS IDEALISME :
  2. Idealisme Subyektif.

Idealisme subjektif bertitik tolak pada ide manusia atau ide sendiri. Alam dan masyarakat ini tercipta dari ide manusia. Segala sesuatu yang timbul dan terjadi di alam atau di masyarakat adalah hasil atau karena ciptaan ide manusia atau idenya sendiri. Eksisternsi sesuatu itu tergantung persepsi. Ada (riil) tidaknya sesuatu itu tergantung dipahami orang atau tidak, kalau tidak ada orang satupun belum tahu itu berati tidak ada. Idealisme ini seperti logika idealisme Timur.

  1. Idealisme Objektif

Idealisme Objektif adalah idealisme yang bertitik tolak pada ide di luar manusia. Idealisme objektif ini dikatakan bahwa akal menemukan apa yang sudah terdapat dalam susunan alam. Sesuatu baik dalam alam atau masyarakat adalah hasil dari ciptaan ide universil. Pandangan filsafat seperti ini pada dasarnya mengakui sesuatu yang bukan materi, yang ada secara abadi di luar manusia, sesuatu yang bukan materi itu ada sebelum dunia alam semesta ini ada, termasuk manusia dan segala pikiran dan perasaannya.

Maksudnya, ada ide diluar ide yang ada di kepala kita yang ide sifatnya objektif universal. Ada satu bagian dunia lain yang sifatnya ideal, yang itu nanti jadi rujukan pikiran kita untuk memikirkan tentang sesuatu. Ada dunia idea yang sifatnya abadi dan sempurna, yang dulu akal kita ada di sana, bergumul di sana yang sekarang turun ke bumi. Di dunia idea itu ada banyak sekali hal-hal yang di dunia kenyataan ada, tapi di dunia idea sesuatu itu dalam bentuk yang sempurna. Menurut Plato, idealisme obyektif itu bahwa ada dunia ide bawaan yang dari sana kita dapat banyak ide bawaan yang kita pakai untuk memahami dunia nyata. Maksudnya, bahan pikiran itu tidak dari materi tapi dari ide, materi itu sekedar representasinya (perwujudannya), materi ada itu karena ada ide, bukan sebaliknya. Contoh ayam, kenapa itu namanya ayam? Karena dulu di “dunia ideal” itu pernah ada (rekoneksi).

  1. IDEALISME PERSONALISTIK

Idealism Personalistik hampir mirip dengan idealisme subyektif, tetapi idealisme personalistik sedikit lebih ditekankan bahwa realitas/materi itu sifatnya plural, bukan karena materinya sendiri yang plural tetapi karena manusianya yang plural.

Bagi kelompok ini, alam adalah tata tertib yang obyektif, walaupun begitu alam tidak berada sendiri. Manusia mengatasi alam jika ia mengadakan interpretasi terhadap alam ini. Bahasa mudahnya, alam secara obyektif itu ada tatananya, ada polanya sendiri, akan tetapi begitu manusia masuk, alam bisa ditafsirkan secara berbeda-beda oleh manusia.

Hakikat kenyataan bergantung kepada kepribadian yang sadar, tergantung kesadaran manusia memahami hakikat tersebut. Kekuasaan manusia atas alam, dan kekuasaan manusia itu interpretasi alam. Dan hakekatnya alam ternyata tidak ada di alam itu sendiri, tetapi tergantung pada sejauh mana level kesadarannya manusia.

Paham ini juga menekankan bahwa jiwa bersifat pribadi dan masing-masing berdiri sendiri, sehingga setiap individu mempunyai kebebasan untuk mengekspresikan dirinya sendiri.

Contohnya tsunami. Secara alam itu memang sudah tatanan alam; tidak adanya keseimbangan, hakekatnya sudah menjadi kenyataan kalau itu bencana, akan tetapi secara personal manusia akan meinterpretasikan bencana tersebut berbeda-beda.

 

PO Kaos KBY Batch-2

PO Kaos

Melihat cukup banyaknya teman-teman KBY yang menginginkan kaos KBY, kami kembali membuka pre-order kedua.

Kaos ini menggunakan bahan jenis Cotton Combed 30s yang adem, nyaman dan enak dipakai, sekaligus bisa pamer kalau kalian bagian dari KBY. #loh

Harga untuk pre-order kedua ini masih sama dengan yang sebelumnya, yaitu: Rp 75.000,00

Ukuran yang tersedia:
S, M, L, XL (untuk lengan panjang dikenai biaya tambahan Rp 5.000,00 dan untuk tiap penambahan ‘X’ juga dikenai biaya tambahan Rp 5.000,00).

Untuk pre-order sesi kedua ini hanya tersedia satu warna, yaitu navy blue.

Bagi teman-teman KBY yang berminat bisa mengirimkan email pemesanan ke klubbukuyogyakarta@gmail.com atau sms, telpon, WA ke nomor 085292697796 dengan mencantumkan:
Nama Pemesan:
Ukuran:
No HP:
Alamat pengiriman: (khusus wilayah Yogyakarta dikenai biaya pengiriman Rp 10.000,00 dan luar Yogya akan menyesuaikan)

Pre-order dan pembayaran untuk kaos ini akan dibuka dari tanggal 26 Februari hingga 6 Maret 2016. Untuk proses produksi akan dimulai pada tanggal 6 – 18 Maret 2016 dan pengiriman akan dilakukan pada tanggal 19 Maret 2016.

Terimakasih. (at Yogyakarta)

#Rabuku 24 Februari 2016

Bulan Nararya

Penulis: Sinta Yudisia

Cerita bermula di sebuah klinik kesehatan mental di pinggiran kota Surabaya. Nararya-yang biasa dipanggil Rara-, seorang perempuan muda energik nan kaya akan ide-ide segar, menghabiskan hari-harinya sebagai seorang terapis kesehatan mental. Kecintaannya akan profesi dan dunianya tersebut mengantarnya pada pencarian akan metode penyembuhan baru demi penyembuhan pasien.

Transpersonal adalah nama metode penyembuhan mental baru yang sedang ia dalami. Transpersonal adalah suatu aliran psikologi baru yang menerapkan pendekatan budaya maupun pengalaman puncak seperti Sufi, Shaman, Tao, Tantra, Dan Zen kepada penderita gangguan mental. Dengan metode ini, ketergantungan pasien kepada obat-obatan berusaha dilepaskan.

Sekalipun transpersonal adalah metode baru, namun Rara begitu bersemangat untuk mencobanya sebagai alternatif terapi penyembuhan di klinik ia berada. Dengan penuh optimisme, Rara mempresentasikan metode transpersonal ke hadapan Direktur Klinik, Bu Sausan, petinggi yayasan, dan para penyandang dana. Namun, karena transpersonal adalah metode baru dan masih membutuhkan banyak pengujian, ide Rara ditolak mentah-mentah oleh Bu Sausan dan petinggi yayasan.

Penolakan ini tentu memberikan hantaman keras terhadap rasa percaya diri Rara. Penolakan ini adalah masalah pertama yang hadir, diantara beragam kerumitan yang hadir dalam hidup Rara selanjutnya. Rara merasa sangat kecewa. Harapannya untuk mencoba metode terapi yang baru kandas di tengah jalan.

Namun, penolakan yang dilakukan oleh Bu Sausan dan pihak yayasan bukannya tanpa alasan. Kasus seperti skizophrenia atau hilang akal sering dianggap sebelah mata dan bersinggungan dengan keterbatasan dana yang ada. Dengan realita seperti itu, klinik kesehatan mental bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan penelitian baru yang memakan waktu dan biaya. Bu Sausan dan yayasan tidak mau mengambil resiko mencoba metode terapi baru yang mungkin bisa memakan waktu sepuluh sampai lima belas tahun untuk melihat hasilnya.

Problematika seperti itulah yang membuat pergolakan batin Rara tak kunjung usai. Alasan Rara untuk menggunakan metode baru juga bukan tanpa alasan. Kebiasaan mengonsumsi obat-obatan, menjadikan pasien memiliki ketergantungan pada obat-obatan tertentu. Pada pasien dengan tingkat ekonomi lemah, hal ini tentu menjadi masalah yang tidak mudah.

Rara ingin melihat pasiennya pulih dengan terbebas dari ketergantungan pada obat-obatan. Dalam suasana murung, Rara berjalan perlahan menuju paviliun pasien. Bila sedang merasa sedih dan tertekan, Rara seringkali menemui tiga “sahabat” spesial yang sekaligus menjadi pasiennya di klinik tersebut. Sania, Pak Bulan, dan Yudhistira adalah nama dari tiga sahabat spesial Rara itu. Perhatian aneh dari ketiga orang tersebut, acapkali membawa sebentuk kebahagiaan dalam diri Rara.

Sania kecil sering meminta Rara mengusap air mata nya dengan telinga boneka kelinci saat ia menangis, Pak Bulan mengajak Rara untuk melihat rembulan jika merasa sedih, dan Yudhistira akan menyodorkan kuas serta mengajak Rara melukis dalam suasana yang tenang dan khidmat. Ketiganya memberi perhatian kepada Rara dalam cara yang unik dan tidak biasa.

Sania adalah seorang gadis kecil yang temperamental. Ia dibesarkan oleh dalam kondisi keluarga yang berantakan. Hidup dalam keadaaan miskin, diperparah dengan kehadiran nenek yang sering mencambuknya dengan rotan, ibu yang pemarah, dan ayah yang pemabuk. Sania ditemukan dinas sosial di sebuah terminal dengan luka di kaki kiri, gigi depan patah, dan punggung yang penuh memar. Tidak menangis, tak mau bicara, dan hanya mengigit kuat boneka yang kala itu dilakukan Sania.

Pak Bulan adalah lelaki renta berusia tujuh puluh tahun. Dia pernah menjadi penghuni Lembaga Pemasyarakatan karena dituduh mencuri. Skizophrenia sering membuat orang berada dalam kondisi terisolasi, tersisih, tercerabut dari ikatan kekeluargaan, kekurangan gizi, yang pada akhirnya membuat kemampuan akal turun drastis.

Dari ketiganya, Yudhistira adalah orang yang berasal dari keluarga yang paling mapan, bahkan mewah. Namun hidup dalam kemewahan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dibesarkan oleh seorang ibu dan kakak perempuan yang menjadi pengusaha sukses, justru membuat Yudhistira menjadi seorang yang kecil hati. Yudhistira tak pernah belajar menjadi orang yang mandiri. Ibu dan keluarga yang mengekang, dan tak berhenti mencampuri urusan pribadinya, bahkan setelah menikah membuatnya depresi.

Istri Yudhistira, Diana yang mendambakan sosok suami yang tegas dan mandiri pada akhirnya tak bisa bersabar hati. Tuntutannya kepada Yudhistira agar hidup mandiri, lepas dari bayang-bayang keluarga besarnya menjadikan Yudhistira limbung. Rasa cinta yang sedemikian besar kepada Diana dan penghormatan yang berlebihan kepada Ibu,membuat Yudhistira tak bisa mengambil sikap.

Saat tak kuasa lagi menahan tekanan, Yudhistira memilih mengunci diri berhari-hari di dalam kamar. Tidak bicara, tidak mandi, tidak makan, dan hanya melakukan aktivitas yang disukainya, melukis. Guncangan mental yang dialami Yudhis membuatnya membunuh kucing kesayangan Diana,karena merasa si kucing merebut perhatian Diana darinya. Diana yang shock melihat kucingnya tenggelam di kamar mandi,histeris dan menelpon Rara tengah malam. Pada akhirnya Yudhis dibawa ke klinik kesehatan tempat Rara berada,karena Diana sudah merasa kewalahan.

Sania, Pak Bulan, dan Yudhistira dengan beragam masalah dibelakangnya, hanyalah sedikit contoh dari tantangan yang harus dihadapi Rara setiap harinya. Pada suatu ketika, ayah Sania, Pak Robin, datang ke klinik dan bermaksud menjemput Sania. Sania yg kala itu melihat ayahnya, hanya diam terpaku, berdiri kaku dan menggigit boneka kelincinya kuat-kuat. Sebuah ekspresi yg biasa ditunjukkan jika ia bertemu orang asing, atau ada sesuatu yg mengusik hatinya.

Melihat hal tersebut, Rara berinisiatif mengajak Pak Robin duduk dan mengobrol di kantornya. Setelah beberapa saat bicara,Rara mengajukan jawaban bahwa Sania lebih baik berada di klinik dulu untuk saat ini. Hal ini mengingat kondisi Sania yg dirasa belum siap jika diajak ke rumah. Pak Robin yang merasa tersinggung atas penolakan Rara menjadi kalap. Secara tiba-tiba Pak Robin menyerang Rara, mencekik leher terapis tersebut hingga kehabisan nafas. Dalam suasana panik, Rara mencium aroma alkohol dr mulut Pak Robin. Beruntung,Yudhis dan petugas keamanan segera datang. Tubuh Pak Robin segera ditarik dan dibawa keluar ruangan.

Kondisi Yudhis sekarang sudah lebih baik. Dia sudah mulai mau keluar ruangan,sholat berjamaah,dan sesekali mengajari melukis kpd pasien yg lain. Ketimbang Sania dan Pak Bulan,Yudhis adalah sosok yg paling siap berada kembali bersama keluarga. Namun masalah tidak selesai disini. Diana belum siap menerima kondisi Yudhis kembali, sedangkan Ibu kandung dan kakak Yudhis merasa lebih baik Yudhis tinggal di klinik selamanya, dan tak perlu kembali ke rumah.

Rara kembali dihadapkan dilema. Ada Pak Robin yang ingin mengajak Sania pulang, tapi konsumsi alkoholnya tak bisa berhenti. Di sisi lain,ada keluarga Yudhis yg kaya, tp enggan membawanya pulang karena merasa Yudhis hanya akan menjadi aib bagi keluarga. Terlebih saat itu, kakak Yudhis sedang mengajukan diri sebagai caleg perempuan. Kehadiran Yudhis, dianggap akan merusak citra sang kakak di media.

Masalah tidak berhenti diisini. Cerita semakin rumit ketika rumah tangga yang dibina Rara bersama Angga selama sepuluh tahun mulai diterpa goncangan. Goncangan yang akhirnya membuat ikatan suci itu berakhir. Perceraian tersebut menguras energi dan konsentrasi Rara, serta membuatnya tidak fokus bekerja. Ditambah keretakan hubungan antara Rara dan sahabat baiknya sesama terapis, Moza, pasca perceraian membuatnya berada dalam titik paling rendah dalam hidup.

Secara diam-diam, Angga menjalin hubungan khusus dengan Moza. Angga-Moza-dan Rara adalah sahabat lama. Tanpa diketahui Rara, setelah bercerai Angga menikah di bawah tangan dengan Moza. Moza pada akhirnya mengundurkan diri dari klinik karena suasana kantor yg dirasa kurang nyaman. Sekalipun Rara berkeberatan atas pengunduran dirinya,Moza tetap berkeras hati untuk mundur. Moza ingin beristirahat dari rutinitas,di sisi lain saat itu dia tengah mengandung anak Angga. Sesuatu yg belum dapat dialami oleh Rara setelah 10 tahun bersama dengan Angga.

Dalam kondisi tertekan, akibat perceraian dan kehilangan sahabat, tiba-tiba Rara melihat genangan darah dan kelopak mawar berceceran di depan ruang kerjanya. Apakah yang dilihat Rara adalah halusinasi karena depresi hebat? Apakah Rara akan menjadi salah satu pasien di tempat ia bekerja selama ini? Dapatkah Rara menghadapi masalah yang datang bertubi-tubi tersebut? Untuk lebih lengkapnya, tentu akan lebih menarik jika membaca sendiri novel tersebut.😃

Secara visual, novel ini banyak yang mengira ditujukan untuk khalayak remaja saja, namun aslinya bukan. Novel ini bersegmen dewasa. Tema yang unik, cerita yang sedikit rumit, dan banyaknya bahasa ilmiah yang bertebaran di sepanjang jalan cerita mungkin akan membuat pembaca (remaja) agak kesulitan dalam memahami novel ini.

Novel ini sekaligus mengajarkan pada kita bahwa setiap manusia mempunyai masalah dalam hidupnya. Entah itu berat atau ringan, yang rumit maupun sederhana. Tiap orang lalu mencari dan merumuskan cara uniknya masing-masing untuk mengatasi rupa-rupa masalah yang mereka hadapi. Ada yang dengan tangan terbuka menerima masalah dan berusaha menghadapinya. Namun ada pula yang memilih lari dari masalah, bersembunyi, atau bahkan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain demi menghindarkan diri dari masalah kehidupan.

Untuk meresapi makna kehidupan, seringkali manusia harus belajar untuk menyelesaikan masalahnya masing-masing. Kadangkala masalah hidup yang hadir akan menempa kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang. Padahal bukankah hidup adalah rangkaian dari masalah? Oleh karenanya, lari dari masalah justru akan menjadi masalah baru, alih-alih menemukan solusi yang mencerahkan.

Nilai penting yang bisa diambil dari novel ini adalah keberanian untuk menghadapi masalah dan makna dari ketulusan. Manusia harus belajar kembali nilai ketulusan dalam dunia yang mulai gila ini. Gila karena disekitar kita hari ini, banyak orang yang “gila” akan harta, tahta, dan jabatan. Sebagaimana kata Sinta Yudisia:

“Kadang, sikap tulus dapat menyelamatkan kita dari carut-marut dunia yang tidak kita pahami” (hal 205).

#Rabuku 17 Februari 2016

Ishmael

Penulis: Daniel Quinn

Buku ini diawali oleh kisah seorang laki-laki yang membaca iklan pendek di koran dengan tagline:

“Dicari seorang murid yang memiliki hasrat mengubah dunia.”

Didasari semangat mengubah dunia yang tidak tertuntaskan sewaktu laki-laki itu remaja pada tahun 60-70an, ia mendatangi alamat yang tercantum di koran tersebut. Alangkah terkejutnya laki-laki tersebut kala menjumpai gorila besar bernama Ishmael di dalam ruangan kaca yang bisa berbicara. Dialog antara lelaki dan Ishmael sang gorilla bukan dalam percakapan verbal, melainkan dalam bahasa telepatik.

Isi buku selanjutnya adalah dialog antara lelaki dan Ishmael yang membahas tentang sejarah peradaban manusia. Ishmael sebagai guru yang mengajukan pertanyaan, dan lelaki sebagai murid yang seringnya tidak bisa menjawab pertanyaan dari sang guru dan pada akhirnya mereka membahas jawabannya bersama-sama.

Bumi telah terbentuk miliaran tahun lamanya (kalau disinkronkan dengan skala waktu geologi dari penemuan batuan tertua, umur bumi berkisar antara 4.6 miliar tahun yang lalu), lantas apa maksud penciptaan bumi ini dan apa kaitannya dengan keberadaan manusia di muka bumi?

Berawal dari Ishmael yang mengajak si lelaki bertualang ke masa lalu di ratusan juta tahun lalu kala daratan di bumi masih terendam hampir seluruhnya oleh air laut. Ia bertanya pada ubur-ubur. Anggaplah ubur-ubur sebagai makhluk yang pertama muncul di muka bumi dan bertanya, “Untuk siapa dunia ini diciptakan?” Tentu saja ia akan menjawab: “Ohoho, tentulah dunia dan seisinya ini diciptakan hanya untuk kita, ubur-ubur.” Begitu naik ke daratan, bertemu kepiting lalu bertanya hal serupa, tentu saja ia akan menjawab hal yang sama: “Dunia seisinya ini diciptakan hanya untuk kepiting”.

Merenungkan hal ini, si lelaki menyadari satu hal: Betul juga, apa yang terjadi pada bumi sebelum dikuasai oleh manusia adalah chaos, ketidakberaturan. Begitu manusia muncul, segalanya (seolah) menjadi lebih teratur. Manusia muncul sebagai rantai teratas kehidupan di dunia tidak ada lagi makhluk hidup yang menguasai makhluk lain di dunia selain manusia, dan tidak ada makhluk lain yang menguasai manusia, berarti memang dunia ini memang diciptakan untuk dikuasai manusia. Jelaslah sudah bahwa dunia dan seisinya, diciptakan buat manusia.

Spesies selain manusia yang berpikir ada spesies manusia yang merasa dunia diciptakan untuknya, akan selalu berusaha mengambil haknya, begitu pun manusia. Bagi manusia, hal tersebut tak sepenuhnya salah karena segala hal yang ada di dunia memang ditujukan untuk memenuhi hasrat.Manusia pun berlaku demikian, mereka beranggapan dalam skalanya masing-masing: jika dunia bisa kamu kuasai, maka kuasailah, jika dunia bisa ditaklukkan, maka taklukkanlah, jika dunia ini diciptakan untuk memuaskan segala kebutuhanmu, maka ambillah.

Manusia pun berlaku demikian, mereka beranggapan dalam skalanya masing-masing: jika dunia bisa kamu kuasai, maka kuasailah, jika dunia bisa ditaklukkan, maka taklukkanlah, jika dunia ini diciptakan untuk memuaskan segala kebutuhanmu, maka ambillah.

Di luar isi buku ini, teringat satu hal: Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah (pemimpin) di muka bumi. Menjadi seseorang yang bisa memimpin, bukan menguasai yang berujung pada kehancuran. Sudahkah kita menjadi pemimpin, setidaknya untuk diri kita sendiri?

Kembali ke buku, Ishmael membagi manusia menjadi dua: Kaum Peninggal dan Kaum Pengambil. Singkatnya, Kaum Peninggal diasosiasikan dengan kehidupan yang berpindah-pindah (nomaden), yang tinggal dengan metode hidup berburu dan meramu, meninggalkan sesuatu yang dianggap tidak bisa diolah lagi, sementara Kaum Pengambil diasosiasikan dengan kehidupan bercocok tanam, yang mengambil segala yang bisa dimanfaatkan di dunia.

Ia pun menceritakan legenda Kaum Pengambil dan Peninggal yang diasosiasikan dengan kisah legenda Habil dan Kabil terkait dengan pembunuhan pertama di dunia. Habil mewakili kehidupan Kaum Peninggal yang memiliki kehidupan berburu dan meramu, sementara Kabil mewakili kehidupan Kaum Pengambil yang mewakili kehidupan bercocok tanam.

Kaum Pengambil selalu merasa kekurangan lahan untuk tempat ia bercocok tanam, oleh karenanya ia ‘mengambil’ milik Kaum Peninggal, lahan beserta nyawa milik Kaum Peninggal kemudian diceritakan dalam sebuah legenda: sungai tempat mereka bercocok tanam dialiri darah. Peristiwa ini yang menjadi tonggak dimulainya kebudayaan Kaum Pengambil yang diteruskan hingga saat ini.

Buku ini menjelaskan kata “kebudayaan” sebagai perwakilan segala aktifitas manusia. “Kebudayaan Induk” bertindak selayaknya ibu atau pengasuh yang membesarkan, mendidik, dan menjaga anak-anaknya dari generasi ke generasi. Kebudayaan Kaum Peninggal adalah mengambil apa yang mereka butuhkan di dunia, sementara kebudayaan Kaum Pengambil adalah mengambil apa yang bisa mereka ambil. Dimulai dari kebudayaan bercocok tanam dan membuat lumbung makanan karena rasa khawatir akan kekurangan makanan yang berakhir pada kehidupan Kaum Pengambil yang terus merasa kekurangan. Hal itu terbawa hingga saat ini tanpa disadari.

Manusia hari ini tidak ada yang menyadari proses ini sudah berlangsung ribuan tahun lamanya. Mereka hanya menyadari salah satu hal yang paling ditakutkan adalah kepunahan manusia, tidak memikirkan kepunahan spesies lainnya.

Contoh simpelnya begini (tidak disebutkan dalam buku), saat kita mendengar: Seluruh ayam di muka bumi ini akan punah karena pemanasan global. Kita akan beranggapan: Wah, aku ndak bisa makan ayam goreng lagi. Tapi santai ah, ada bebek atau enthog. Tetapi kalau kita mendengar: Kehidupan manusia akan punah karena badai es sepanjang tahun. Kita akan melakukan segala daya dan upaya untuk mencegah spesies kita dari kepunahan.

Oleh karena itu manusia mengusahakan berbagai macam rekayasa untuk bertahan, menunjang daya dukung, serta mempermudah hidup manusia. Berbagai macam aktifitas rekayasa sebagai bagian dari kebudayaan manusia seperti industrialisasi, pertambangan, arsitektur mewah, instalasi nuklir, transportasi, komunikasi beserta perkembangan teknologi saat ini secara langsung berperan dalam kerusakan dunia secara global.

Manusia tidak menyadari segala rekayasa sebagai bagian dari kebudayaan tersebut justru malah merusak karena apa? Karena balik lagi ke prinsip yang dipegang di awal tadi: Dunia diciptakan untuk dikuasai manusia. Manusia memaklumi segalanya sepanjang mereka masih bisa menikmati kehidupan, masih merasa kehidupan mereka tercukupi.

Beberapa golongan manusia sadar bahwa ini harus segera diatasi, salah satu upayanya dengan menekan laju populasi manusia dirasa sia-sia saja. Manusia di banyak negara berkoar-koar untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, apa yang terjadi? Manusia di dunia jumlahnya semakin banyak dari tahun ke tahun. Itulah yang terjadi, bukan?

Topik beralih dari “Kebudayaan Induk” di jaman awal peradaban ke “Kebudayaan Modern” yang begitu memuja keseragaman. Segala yang tidak seragam dianggap ketinggalan jaman, tidak modern, tidak beradab. Hal ini dipaksakan ke semua individu. Contohnya seperti prinsip ekonomi modern yang mengacu pada kapitalisme, tidak kapitalis dianggap kuno, system politik harus sesuai dengan trias politika, ilmu pengetahuan harus saintifik, serta pola kehidupan yang mengarah pada individualitas.

Kita terpenjara dalam kebudayaan modern, kita sendiri yang membuat penjara tersebut selama bertahun-tahun tanpa disadari. Penjara kebudayaan ini telah menghancurkan banyak sekali kelompok masyarakat termasuk di dalamnya masyarakat adat dan masyarakat asli di sebuah daerah demi dianggap maju dan modern. Ishmael menyatakan “Kebudayaan kalian sedang terjun bebas menuju kehancuran” akan tetapi ia menolak bahwa manusia memiliki watak asli jahat.

Ishmael memberikan pernyataan sebagai berikut, “Yang krusial pada upaya kalian bertahan hidup sebagai ras bukan berkaitan dengan redistribusi kekuasaan dan kesejahteraan di dalam penjara, melainkan lebih kepada penghancuran penjara itu sendiri.”

Sampai saat ini kita masih berusaha memahami bagaimana menghancurkan penjara kebudayaan yang sudah terbentuk bertahun-tahun dan hidup dari generasi ke generasi. Sejauh yang kita pahami, kita menginterpretasikan bahwa kita bisa menjalani kehidupan seperti Kaum Pengambil? Mengambil apa saja yang dibutuhkan. Sebagai bagian dari upaya menghancurkan “Penjara Kebudayaan”

Delapan puluh persen isi novel ini adalah dialog antara Ishmael dan lelaki tentang sejarah peradaban dan kebudayaan, sedangkan sisanya adalah cerita hidup Ishmael, darimana asal usulnya, bagaimana ia bisa di sebuah flat dan menyebarkan iklan, darimana ia belajar dan bisa sampai sebegitunya dalam membangun cerita sejarah peradaban, bagaimana ia peka terhadap kebudayaan modern, termasuk cerita tentang ia yang pernah gagal dalam membina beberapa muridnya.

Hingga pada akhirnya si lelaki yang ingin bertemu dengan Ishmael lagi untuk belajar, tidak dapat menemukannya di flat tempat mereka biasa bertemu. Ia mengadakan penyelidikan, mencoba menghubungi pemilik terdahulu hingga sampai pada sebuah kesimpulan bahwa Ishmael ikut dalam sebuah rombongan sirkus. Lelaki ini menyusul Ishmael ke tenda sirkus, mereka bercakap-cakap dari malam ke malam dan mencoba mengajaknya untuk keluar dari tenda sirkus dan Ishmael pun menolak. Ishmael kemudian berkata, “Pelajaranmu sudah selesai, tidak ada lagi yang bisa kuajarkan lagi untukmu.”

Novel ini diakhiri dengan pawang sirkus yang memberi kabar pada si lelaki tentang kematian Ishmael karena pneumonia. Dengan si lelaki membawa poster bertuliskan

DENGAN KEPERGIAN GORILA

AKANKAH ADA HARAPAN

BAGI MANUSIA?

Poster itu yang dibaca oleh si lelaki di awal pertemuannya dengan Ishmael, akan tetapi yang dibaca oleh lelaki di sisi sebaliknya bertuliskan

DENGAN KEPERGIAN MANUSIA

AKANKAH ADA HARAPAN

BAGI GORILA?

Ishmael karya Daniel Quinn dikatakan sebagai “Sebuah Novel Pencerahan” yang sarat akan makna, oleh karenanya ia diganjar Turner Tomorrow Award karena dianggap menyumbang perbaikan peradaban manusia.

Banyak hal yang bisa diambil dari isi buku ini karena cukup menggambarkan sejarah peradaban manusia, bahwasanya ada yang salah dari kebudayaan yang hingga saat ini tanpa disadari akan membawa kita menuju kehancuran. Buku ini bisa menjadi cerminan berada dimanakah diri kita dalam pergerakan roda kebudayaan, dan bagaimana cara kita menyikapi pergerakan kebudayaan agar percepatan kehancuran dunia tidak semakin melaju kencang.

Ada banyak dialog panjang antara Ishmael dan lelaki yang cukup sulit untuk dipahami, butuh berulangkali membaca hingga separuhnya paham, dan butuh waktu dan tempat yang tenang untuk memahami isi buku keseluruhan. Tentu review ini belum mencakup keseluruhan isinya karena keterbatasan pemahaman pribadi. Ada banyak sekali hal yang disederhanakan untuk ditulis kembali dalam review ini, namun semoga cukup untuk memberikan gambaran isi buku mengenai sejarah peradaban, perjalanan kebudayaan manusia, dan untuk membaca apa yang terjadi saat ini.